Lamongan - Acara KKN Megilan Expo yang mengusung tema "Kolaborasi Bersama Membangun Ekosistem Generasi Inovatif Lamongan" sukses diselenggarakan di Lokatantra pada Rabu (5/8). Pameran ini diikuti oleh berbagai universitas yang tengah mengadakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Lamongan. Inovasi yang ditampilkan oleh para mahasiswa berhasil menginspirasi Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk mengadopsi Gerakan Biopori secara masif.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang akrab disapa Pak Yes ini menyampaikan antusiasmenya terhadap karya para mahasiswa, khususnya terkait biopori. “Saya memandang perlu adanya biopori. Untuk itu, saya minta nanti ada Gerakan Biopori dalam waktu dekat. Bapperida supaya mendesain kegiatan, apakah itu sejuta biopori, 100.000 biopori, atau minimal 1.000 biopori,” ujar Pak Yes dalam sambutannya.

Dalam pelaksanaannya nanti, ia berharap program tersebut dapat kembali melibatkan elemen perguruan tinggi dan mahasiswa yang selama ini telah banyak berkontribusi melalui program KKN. Lebih lanjut, Pak Yes menegaskan harapannya agar berbagai karya inovatif mahasiswa tidak berhenti pascakegiatan. Menurutnya, pemeliharaan dan pengembangan yang konsisten akan memastikan inovasi tersebut membawa dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Lamongan.
Adapun KKN Megilan Expo tahun ini dimeriahkan oleh Universitas Islam Lamongan (UNISLA), Universitas Muhammadiyah Lamongan, Universitas Darul Ulum, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, UPN Veteran Jawa Timur, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian datang dari kelompok mahasiswa KKN UNISLA yang mengabdi di Desa Tawangrejo. Dalam wawancara, perwakilan mahasiswa KKN UNISLA, Siti Chitmatul Afiyah, menyampaikan bahwa pada expo kali ini mereka membawa program pemberdayaan potensi lokal melalui produk hasil ternak dan UMKM desa setempat. Berbagai produk turut dipamerkan, salah satunya adalah pentol ikan lele yang merupakan murni ide inovasi dari para mahasiswa KKN. “Bakso (pentol) lele ini kita buat sendiri dari KKN Kelompok 1 di Tawangrejo, yang semoga bisa menjadi inovasi baru ke depannya,” ucap Siti.
Tak hanya membawa inovasi baru, mahasiswa KKN juga turun tangan membantu produk UMKM setempat yang sudah berjalan seperti telur asin, telur asap, kecap lele, dan abon. Mereka membantu mempromosikan produk-produk tersebut secara digital dengan memperluas pasar melalui platform TikTok dan Shopee.
Selain produk olahan makanan, stan UNISLA turut memamerkan salah satu program kerja utama mereka, yakni pembuatan sumur biopori. Inovasi ini berfungsi selain untuk mencegah genangan dan menambah cadangan air tanah melalui resapan air hujan, sumur biopori ini juga dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat menyuburkan tanah. Inilah inovasi yang pada akhirnya sukses mencuri perhatian Bupati Lamongan untuk diterapkan di tingkat kabupaten.
Pewarta: Nayla Fika
